Tips Sukses Khilmi Arif, Alumnus FAI UMM yang Kini Jadi Komisioner KPU Kabupaten Malang


Khilmi Arif Komisioner KPU Kabupaten Malang-dok. istimewa-

SEPUTAR MALANG RAYA - Khilmi Arif merupakan salah satu alumni Universitas Muhammadiyah Malang yang kini menjadi Komisioner Kpu Kabupaten Malang.

Pria kelahiran Gresik ini turut membagikan pengalamannya hingga punya karir yang cukup cemerlang di dunia Kepemiluan.  

Seperti diketahui, Khilmi Arif alias Cak Hilmi merupakan Alumni Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 1996.

“Masuk kuliah di UMM Jurusan Pendidikan Agama Islam (Tarbiyah) FAI tahun 1996, wisuda awal tahun 2001,” kata pria yang kini membidangi Divisi Perencanaan, Data, Informasi di KPU Kabupaten Malang ini.

Semenjak duduk di bangku perkuliahan, ia tercatat pernah aktif di berbagai Organisasi intra maupun ekstra kampus. 

(BACA JUGA:KPU Kabupaten Malang Pastikan Penyandang Disabilitas Mendapat Layanan Hak Pilih)

Seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Imm), mulai dari tingkat Komisariat hingga Daerah (Cabang).

“Ketika kuliah aktif di organisasi Intra (HMJ-BEM Fakultas) juga ekstra kampus yakni IMM mulai tingkat Komisariat, Korkom hingga Cabang,” sambungnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Bidang Hikmah Cabang IMM Malang Raya ini juga seringkali menuangkan pikirannya melalui tulisan di berbagai media massa ternama di Indonesia.

Tercatat berbagai media yang pernah ia tembus seperti Malang Post, Suara Indonesia, hingga Media Nasional seperti Harian Surya.

Aktivitas tulis-menulis itu ternyata mulai ia tekuni sejak kuliah. Topik-topik tulisannya pun cukup beragam. Mulai dari pendidikan, sosial, agama dan politik.

Tak heran jika dari berbagai pengalaman jurnalistik yang ia tempuh itu membuatnya diamanahi sebagai anggota Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kabupaten Malang, periode 2015-2019. 

Salah satu media siber yang pernah ia keloloa secara intens, yakni malangmu.or.id. Salah satu media online, yang cukup familiar di kalangan warga Muhammadiyah Malang.

Untuk mendukung dan meningkatkan profesionalitas jurnalistiknya itu, Khilmi tak segan untuk mengikuti berbagai pelatihan jurnalistik. 

Baik yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah Pusat, Wilayah mau pun di luar itu.

Menjadi Wirausaha

Disela-sela kesibukannya itu, Khilmi rupanya telah lama malang-melintang di dunia bisnis.

Sejak tahun 2002 hingga sebelum di KPU, ia menggeluti wirausaha dalam bidang Informatika (IT). 

“Kalau pekerjaan sebetulnya saya ya Wiraswasta, tepatnya dalam dunia IT, seperti komputerisasi dan sejenisnya,” Ujar Khilmi Arif.

“Saya merintis usaha komputer sejak tahun 2002,” imbuhnya.

Karir Kepemiluan

Seiring berjalannya waktu, tepat di tahun 2018 ia memilih terjun ke dunia kepemiluan dengan menjadi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Dau.

Berangkat dari berbagai pengalaman organisasi serta pernah menjadi badan adhoc, membawa Khilmi Arif masuk dalam jajaran Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang untuk periode 2019-2024.

Sesuai dengan bidang yang ditekuninya, ia dimanahi sebagai Komisioner yang membidangi Divisi Perencanaan, Data dan Informasi di KPU Kabupaten Malang.

Bagi Khilmi, dalam pikirannya tak pernah sedikit pun terbesit untuk terjun ke dunia kepemiluan, apalagi menjadi seorang Komisioner. 

Menurutnya, hidup itu mengalir seperti air, dengan tetap berpegang teguh kepada keyakinan doa terhadap Tuhan yang Maha Kuasa.

 “Tidak pernah membayangkan saya akan jadi ini dan itu. Semua mengalir seperti air, lakoni saja hidup ini, yang terpenting ketika kita diberi amanah maka tunaikan dengan baik,” tutur Ayah 3 (tiga) anak ini.

“Namun, saya hanya berdoa kepada Allah agar diberikan yang terbaik, saya tidak mendikte Tuhan saat berada di Baitullah pada tahun 2018 lalu,” tambahnya.

Jika dilihat dari sisi kecamata akademik, memang profesinya saat ini tidak begitu linier. Karena pada umumnya Alumni Tarbiyah merupakan seorang pendidik di lembaga-lembaga pendidikan.

Pandangan Hidup

Khilmi punya pandangan tersendiri soal pilihan profesi dalam menjalani kehidupan. Baginya, hidup merupakan sebuah pilihan yang harus diambil dengan konsekuensi logis dan penuh pertimbangan. 

“Seseorang tidak bisa berpatokan bahwa ketika kuliah jurusan pendidikan maka pekerjaannya harus sebagai guru,” tandasnya. 

“Linier itu boleh, namun tidak harus, sebab ada pilihan hidup yg harus kita ambil dengan berbagai pertimbangan,” tegasnya.

Menurutnya, makna seorang guru atau pendidik sangtlah luas, serta tidak terikat ruang dan waktu.

“Guru atau pendidik saya maknai secara luas, tidak terikat pada ruang dan waktu. Kita bisa menjadi seorang guru di manapun dan kapanpun,” kata Cak hilmi, sapaan akrabnya.

Tak bisa dipungkiri, jika karirnya di dunia kepemiluan berbanding lurus dengan pilihannya saat menjadi seorang aktivis mahasiswa.

Karena bagi seorang Khilmi Arif, aktivitas di organisasi memberikan bekal pengalaman seperi kemampuan leadership, managerial, public speaking, dll.

“Tentu, pasti ada pengaruhnya. Saya aktif di organisasi sejak di bangku sekolah dasar, menengah dan atas. Ingat ada istilah muhadloroh (pidato), saat itulah kita dilatih mental dan berbicara di depan orang banyak,” jelas pria yang berdomisili di Kecamatan Dau ini. 

“Besar di organisasi akan banyak memberikan bekas kita dalam memanage banyak hal. Administrasi, Konflik, SDM dan lain sebagainya,” Ucapnya.

Terakhir, ia turut berpesan kepada para mahasiswa yang saat ini sedang berjuang di bangku perkuliahan.

“Kuliah dan organisasi itu ibarat dua sisi mata uang, keduanya sama-sama penting dan bernilai. Rugi kiranya jika hanya menjadi anak kuliahan saja yang melupakan organisasi,” tutur Ayah yang mengonsumsi Kopi Arabika ini. 

“Hidup itu butuh hardskill dan softskill. Hardskill diperoleh dari bangku kuliah, softskill didapat dari pengalaman lapangan, tentu saja organisasi banyak memupuk softskill kita,” pungkasnya.

(SMR)

`
Kategori : Kabar Ngalam