Sekretaris GM FKPPI Kabupaten Malang Menilai Ucapan Ade Armando Menyakiti Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan


Sekreratis GM FKPPI Kab Malang Haveri Hamid dan Ade Armando-youtube COKRO TV-

SEPUTAR MALANG RAYA - Sekretaris PC Gm Fkppi 1318 Kabupaten Malang Haveri Hamid menilai ucapan Ade Armando Menyakiti perasaan dari Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan.

Seperti diketahui Ade Armando kembali membuat pernyataan kontroversial di tengah-tengah duka mendalam yang dialami keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, yang terjadi pada, Sabtu (01/10) lalu.

Pernyataan itu dilontarkan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) itu pada Senin (03/10) di kanal youtube COKRO TV.

Dalam video tersebut, Ade Armando menuding supporter Arema FC sebagai biang kerok dibalik tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan, beberapa waktu lalu.

"Pangkal persoalan adalah kelakukan sebagian supporter Arema yang menyerbu lapangan, mereka sombong, bergaya preman, menantang, merusak dan menyerang, gara-gara merekalah tragedi itu terjadi," Ucap Ade Armando.

(BACA JUGA:Ikan Skuter Rilis 2 Lagu Khusus untuk Tragedi Kanjuruhan, Berikut Lirik Oktober Hitam dan Oh Malangnya Malang)

Ade juga percaya bahwa polisi tidak melanggar prosedur dalam peristiwa yang menewaskan ratusan jiwa itu.

"Saya percaya, polisi tidak melanggar prosedur, masalahnya ada pada kelakukan para supporter," sambungnya.

Pernyataan Ade Armando itu mendapat respon dari Sekreris PC GM FKPPI 1318 Kabupaten Malang, Haveri Hamid. 

Menurutnya ucapan Ade Armando itu menyayat hati dan melukai perasaan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.

(BACA JUGA:Duka Aremania Belum Usai, PSSI Jatuhi Denda Arema FC Rp 250 Juta)

"Ini kok bisa-bisanya di saat banyak keluarga korban yang masih mengalami duka mendalam, Ade Armando malah memperkeruh suasana dengan melontarkan pernyataan ngawur," kata Haveri Hamid.

"Secara tidak langsung ucapannya itu melakui perasaan keluarga korban yang ditinggalkan," paparnya.

Lebih lanjut Haveri menuturkan, ucapan Ade Armando tersebut dinilai tidak berimbang serta terkesan menyudutkan Aremania.

Padahal menurutnya, Tragedi Kanjuruhan bukanlah semata-mata karena kesalahan supporter. 

(BACA JUGA:Resmi! Komdis PSSI Layangkan Sanksi ke Panpel Arema FC, Tak Boleh Beraktivitas di Sepak Bola Seumur Hidup!)

"Tidak bisa sepenuhnya supporter yang disalahkan, disitu banyak pihak yang terlibat, toh sudah banyak yang mengatakan bahwa penyebab ratusan nyawa melayang karena gas air mata," tutupnya.

Seperti diketahui dalam peristiwa nahas Tragedi Kanjuruhan menelan banyak korban jiwa. Data Crisis Center Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, menyebut ada 131 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

(SMR)

`
Kategori : Kabar Ngalam